Mengenal Sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia

Julianto Eka Putra atau yang kerap dipanggil Ko Jul pria kelahiran Kota Surabaya yang bermimpi Indonesia menjadi bangsa yang saling menghargai perbedaan suku dan agama. Dia mewujudkan mimpi tersebut melalui SMA Selamat Pagi Indonesia. Sekolah yang berada di daerah Batu, Malang, Jawa Timur ini khusus untuk anak yatim dan tidak mampu yang berasal dari sejumlah daerah mulai dari Sabang hingga Merauke. Biaya untuk bersekolah disini gratis, bahkan para siswa bisa mendapatkan uang saku.

Dikarenakan siswa di sekolah ini berasal dari berbagai provinsi, tentunya budaya dan agama mereka berbeda – beda. Untuk itu Ko Jul mendatangkan 5 guru agama berbeda disini. Bahkan mereka dilatih untuk menghargai cara berdoa dan keyakinan pemeluk agama lain untuk menumbuhkan jiwa toleransi. Di Sekolah Selamat Pagi Indonesia para siswa tidak hanya belajar dikelas sesuai kurikulum tetapi mereka juga melakukan experiential learning (belajar melalui pengalaman), mengeluarkan imajinasi dan kreativitas mereka.

Kesempatan pergi keluar negeri juga dirasakan oleh beberapa siswa. Mereka diajak ke Singapura, China, Hongkong sampai ke Eropa. Diluar negeri mereka belajar cara hidup orang lain seperti warga Singapura yang tertib dan sangat menjaga lingkungan. Ko Jul berharap pembelajaran positif seperti itu bisa dicontohkan dan dapat menular ke masyarakat.

Dibalik semua itu, ada perjalanan berat dari Julianto Eka Putra untuk membangun Sekolah Selamat Pagi Indonesia. Disaat itu dana untuk membangun sekolah belum cukup. Namun tekad dalam hati semakin kuat, saat tahun 2005 ia membaca berita tentang siswa bunuh diri karena tidak memiliki biaya sekolah. Berita tersebut ia dengar selama tiga hari berturut – turut. Kemudian ia berjanji jika besok mendapat berita serupa, artinya itu teguran dari Tuhan. Keesokan harinya ia membaca berita serupa.

Tidak berfikir panjang, Ko Jul mengumpulkan koleganya untuk membahas pembangunan sekolah. “Apapun yang terjadi, sekolah itu harus dibangun sekarang.” kata Ko Jul waktu itu. Dana untuk membangun sekolah Selamat Pagi Indonesia didapat dari sumbangan rekan – rekan dan uang pribadi Ko Jul. Saat sekolah itu berhasil dibangun lebih cepat dari dugaan. Ia menyebut sekolah itu sebagai karya Tuhan.

Hingga sampai sekarang nama SMA Selamat Pagi Indonesia semakin dikenal di Indonesia. Julianto Eka Putra selaku pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia juga kerap menceritakan pengalaman dan motivasi di acara televisi nasional seperti program Hitam Putih dan Kick Andy. SMA Selamat Pagi Indonesia kini tidak hanya sekedar sebuah sekolah melainkan tempat untuk mencari inspirasi dan tempat untuk perubahan. Dan dalam waktu dekat kisah Julianto Eka Putra dan para siswa Sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia akan tayang di layar lebar.

https://www.instagram.com/sayiloveyoumovie/